Pengaruh Budaya Jepang di Kalangan Masyarakat Indonesia
A. Latar Belakang
Kebudayaan merupakan suatu hal dalam adat istiadat yang menjadi kebiasaan turun temurun yang erat hubungannya dengan masyarakat di setiap negara. Dengan adanya keanekaragaman kebudayaan di setiap negara inilah menjadikan manusia tertarik untuk memahami dan bahkan mengaggumi kebudayaan tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah suatu hal yang harus dipelajari untuk bias berhubungan social dengan negara yang berbeda kebudayaan dengan menyesuaikan perbedaan – perbedaan yang ada. Hal ini yang bisa memberikan nilai positif ketertarikan negara lain untuk mengetahui lebih jauh akan negara yang dimaksud.
Menurut Koentjaraningrat (1979), meyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan dapat dikatakan sebagai wujud dari tanggapan manusia terhadap tantangan – tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. Sebagaimana dikemukakan oleh (Geertz, 1973) kebudayaan dilihat sebagai “mekanisme control” bagi kelakuan dan tindakan – tindakan manusia atau sebagai “pola – pola bagi kelakuan manusia” (Keesing & Keesing, 1971). Dengan demikian dapat disimpulkan kebudayaan adalah serangkaian aturan – aturan, petunjuk – petunjuk, yang terdiri atas serangkaian model – model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuain dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972). Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan bahwa “Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat”.
Perkembangan media dan teknologi turut menghasilkan sebuah kebudayaan baru di Indonesia. Kemudahan yang didapatkan untuk saling belajar, bertukar, dan mengakses media turut menyebarkan suatu budaya. Terlebih perkembangan media dan teknologi pada masa sekarang yang sangat cepat membuat perilaku masyarakat tentu cepat berubah.
Budaya popular yang berkembang di suatu daerah tentu tidak dapat lepas dari peran media massa. Bahkan banyak literasi menyatakan bahwa budaya popular adalah budaya yang diciptakan oleh media massa itu sendiri.
Williams dalam Sutrisno dan Putranto menyebutkan penggunaan istilah kebudayaan yang banyak dipakai sekarang ini yaitu mengenai perkembangan intelektual, spiritual, dan estetika individu, kelompok atau masyarakat. Kemudian kebudayaan menangkap sejumlah aktivitas intelektual dan artistic serta produk – produknya seperti film, kesenian, dan teater sehingga kebudayaan sering diartikan dengan kesenian. Istilah kebudayaan juga mengenai seluruh cara hidup, aktivitas, kepercayaan, dan kebiasaan orang, kelompok atau masyarakat.
B. Analisis
Kebudayaan Jepang memiliki ciri khas yang mempengaruhi negara ini maju di Asia dan berkembang sangat pesat dengan teknologi dan perindustriannya. Tata cara kehidupan yang serba modern di samping itu tetap tertanam beragamnya budaya tradisional yang kental.
Perjalanan sejarah Jepang dari waktu ke waktu tetap membekas dan meninggalkan beragam kebudayaan yang sampai saat ini masih tetap dilakukan seperti bushido, chanoyu, ikebana, hanami, matsuri, dan sebagainya. Hal ini menjadikan Jepang dikenal oleh dunia tidak hanya karena teknologinya yang sudah modern namun kebudayaan tradisionalnya pun banyak membuat sebagian orang tertarik untuk mengenal Jepang lebih dalam lagi. Kebudayaan yang dianut dalam suatu masyarakat selalu tumbuh dan berkembang secara dinamis yang semakin lama semakin terbuka untuk penyesuaian dengan segala perkembangan yang terjadi di berbagai kehidupan.
Seorang tokoh mengatakan, hal ini yang menjadikan munculnya budaya pop. Kata “pop” diambil dari kata “populer” yang dapat diartikan sebagai banyak disukai orang, karya yang dilakukan untuk menyenangkan orang. Dan budaya yang dibuat untuk menyenangkan dirinya sendiri.
Budaya populer Jepang meliputi anime, manga, cosplay, j-pop, dan sebagainya. Budaya popular telah menyebar sampai ke beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia. Budaya popular Jepang di Indonesia sudah tidak asing lagi di kalangan remaja perkotaan. Berawal dari masuknya film kartun yang ditayangkan di televisi sekitar tahun 1990-an, majalah yang membahas tentang anime, busana gaya Harajuku (Harajuku-kei), game, dan sebagainya.
Indonesia salah satu negara yang mengikuti perkembangan budaya populer Jepang. Globalisasi budaya populer Jepang kini dibuktikan dengan banyaknya acara – acara yang bertemakan jejepangan. Demam budaya populer Jepang ini tidak hanyak diminati oleh anak – anak namun diminati juga oleh para kaum remaja dan dewasa.
Hal – Hal tersebut menjadi salah satu pintu masuk Jepang dalam menjajah industry budaya di Indonesia. Dengan demikian budaya pop dapat diartikan menjadi budaya massa yang dapat diterima oleh semua kalangan dan berkembang melampaui batas negara. Budaya pop ini bukanlah budaya asli Indonesia yang bersifat tradisonal, melainkan budaya yang diciptakan sesuai dengan arah selera pasar (market-driven).
JKT48 adalah sebuah group idola (idol group) yang dibentuk pada tahun 2012. Pada pembentukannya ini, JKT48 dibentuk langsung oleh produser sekaligus pencipta lagu kenamaan di Jepang, Akimoto Yasushi. Akimoto Yasushi juga merupakan produser dari 48 group yang beranggotakan group idola AKB48 (akihabara, Tokyo) NMB48 (Namba, Osaka) SKE48 (Sakae, Nagoya), HKT48 (Hakata, Fukuoka). JKT48 sendiri merupakan sister group pertama di luar Jepang, dan kemudian disusul oleh SNH48 yang berbasis di Shanghai, Cina.
Menggunakan konsep “idol you can meet” atau idol yang bisa kamu temui setiap hari, JKT48 berubah menjadi racun bagi anak muda di Indonesia. Tidak seperti AKB48, pasar JKT48 di Indonesia menyasar anak muda dengan jangka umur 17-25 tahun. Akan tetapi, tidak sedikit juga orang dewasa berumur 30 tahun keatas menjadi penggemar JKT48.

Dengan konsep itu, membuat mereka berbeda dari yang lainnya. Keberbedaan itulah yang membuat sebagian orang melirik, hingga tertarik akan pesona para gadis – gadis muda rupawan yang bernyanyi dan menari di atas panggung theatre mereka sendiri yang terletak di Jakarta Selatan. Hal itu sedikit dami sedikit mulai meracuni kaum muda di Indonesia, dan membuat mereka untuk mencari lebih tahu tentang idol group asli Jepang.
Melalui JKT48, sedikit demi sedikit budaya Jepang mulai masuk ke Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Saat ini semakin banyak orang – orang yang menggilai budaya tersebut dan beberapa diantara sampai rela merogoh kocek berapapun untuk terus dapat melakukan kegiatan yang mereka gemari.
Para remaja juga merasa bahwa kebudayaan di negerinya sendiri terkesan jauh dari modernisasi. Sehingga para remaja merasa gengsi kalau tidak mengikuti perkembangan zaman meskipun bertentangan dengan nilai – nilai ajaran budayanya. Sehingga pada akhirnya para remaja lebih menyukai kebudayaan asing, dibandingkan dengan kebudayaan di negerinya sendiri.
C. Kesimpulan
Pengaruh – pengaruh kebudayaan Asing turut dalam perkembangan budaya di Indonesia khususnya terhadap kehidupan, kebudayaan dan alam pikiran di kalangan remaja yang dapat mengurangi rasa cinta terhadap kebudayaan tradisional di negara Indonesia.
Sumber:
Studi Fandom JKT48 Sebagai Pop Culture oleh Andika Permana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar