Minggu, 10 Maret 2019

Sejarah Budaya Jepang

Sejarah Budaya Jepang

Kebudayaan Jepang telah banyak berubah dari tahun ke tahun, dari kebudayaan asli negara ini, Jomon, sampai kebudayaan kini, yang mengkombinasikan pengaruh Asia, Eropa dan Amerika Utara. Setelah beberapa gelombang imigrasi dari benua lainnya dan sekitar kepulauan Pasifik, diikuti dengan masuknya kebudayaan Tiongkok, penduduk Jepang mengalami periode panjang isolasi dari dunia luar dibawah shogunat Tokugawa sampai datangnya “The Black Ships” dan era Meiji. Sebagai hasil, kebudayaan Jepang berbeda dari kebudayaan Asia lainnya.
Jepang memiliki banyak sekali budaya,dahulu hingga sekarang masyarakat Jepang menganut agama Shinto yaitu menyembah banyak sekali dewa seperti contoh dewi matahari Amaterasu.Setelah Perang Dunia II, Shinto kehilangan statusnya sebagai agama resmi; sebagian ajaran dan kegiatan Shinto yang sebelumnya dianggap penting pada masa perang ditinggalkan dan tidak lagi diajarkan. Sebagian lagi tetap bertahan, namun telah kehilangan konotasi keagamaannya, misalnya Omikuji (semacam undian untuk menebak keberuntungan).
Pakaian Tradisional Jepang yang disebut Kimono,pakaian Kimono biasanya lebih sering dipakai untuk para Wanita dan para Pria biasanya memakainya dalam upacara minum teh,pesta pernikahan dan acara formal lainnya.dan ada pula juga aksesoris untuk kimono seperti Hakama, Geta, Kanzashi, Obi, Tabi, Waraji, dan Zori.
Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka mempengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.
Orang Jepang sangat gemar memakan makanan khas tradisional mereka seperti sushi yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi.Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar