Minggu, 10 Maret 2019

pengaruh budaya kpop terhadap remaja

PENGARUH KPOP IDOL TERHADAP REMAJA INDONESIA

1. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan Negara kepulauan di mana terdiri dari berpuluh-puluh pulau yang tergabung menjadi satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.Indonesia juga terkenal dengan beraneka macam kebudayaan yang terdapat di seluruh penjuru Nusantara Indonesia.Walaupun dengan beragam kebudayaan ini tidak menjadikan Indonesia terpecah namun Indonesia tetap menjadi satu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan, kita sebagai rakyat Indonesia harus berbangga diri karena memiliki bermacam kebudayaan yang menjadikan Negara kita kaya akan budaya asli daerah.
Seperti yang kita ketahui, bermacam tarian tradisional, rumah tradisional, bahasa tradisional, bahkan sampai watak dan sifat yang sangat berbeda antar masyarakat di daerah berbeda di Indonesia, misal watak antara orang aceh dan orang papua yang sangat bertolak belakang tetapi perlu digaris bawahi kita semua masyarakat Indonesia tetap bersaudara dan menjaga kekayaan kebudayaan yang kita miliki.
Karena perkembangan zaman dan dampak dari globalisasi, kebudayaan asing pun mulai memasuki negara Indonesia.Bahkan kebudayaan asing tersebut mampu bersaing dengan kebudayaan Indonesia hingga sedikit menggeser posisi kebudayaan lokal.Salah satu kebudayaan asing yang sempat merajai negara kita adalah kebudayaan dari Korea Selatan.Masuknya budaya dari negeri Gingseng ini ke Indonesia, terjadi sejak sekitar tahun 2002. Tepatnya, dari pengenalan drama “Winter Sonata” yang ditayangkan di stasiun tv Indonesia. Sebenarnya, tidak hanya drama Winter Sonata saja, tetapi drama lainnya seperti Full House, Jewel of the Palace, Endless Love, 18 vs 29, Hello Miss, dan lain sebagainya juga ditayangkan di stasiun tv Indonesia.
Siapa yang tidak mengenal Super Junior, SNSD, EXO, VIXX, 2Ne1, BTS dan SHINee?Sudah tentu semua orang mengenalnya, terutama dikalangan remaja.Tapi, karena kehadiran dari Kpop Idol yang mulai menjalar dan merajai dunia musik di kawasan Asia, remaja Indonesia akan cenderung lebih memilih dan menyukai Kpop Idol dari kebudayaan negeri Gingseng itu daripada memilih kebudayaan negara dalam negeri. Dan sebagian dari remaja remaja itu yang masih berpredikat sebagai pelajar, rela menghabiskan waktu belajarnya untuk meng-update info terbaru dari artis idolanya.
Bukan berarti kita tidak boleh menyukai budaya asing seperti kebudayaan dari Korea, tapi alangkah baiknya kalau kita bisa menyelektif dan mengetahui latar belakang dari Idol yang kita kagumi.Dan lebih baiknya lagi, kalau kita tetap melestarikan kebudayaan dalam negeri daripada kebudayaan luar negeri (seperti meng-cover lagu atau dancenya).
Dan bukan berarti juga kita tidak boleh meng-update info terbaru dari Kpop idol. Tapi sebaiknya kita hanya update minimal dua hari sekali. Mengapa?Hal itu harus dilakukan agar remaja, khususnya para pelajar agar bisa meluangkan waktu untuk belajar. Karena, jika sekali mereka mendapatkan info terbaru, mereka akan cenderung makin penasaran dengan info lainnya sehingga mereka terus mencari ke berbagai web ataupun bertanya pada teman lewat sosmed sehingga mereka melupakan tugas sekolah mereka.
Karya penelitian ini dibuat untuk menjelaskan dampak negatif maupun positif Kpop Idol terhadap para pelajar Indonesia. Dan apa saja pengaruhnya untuk kalangan remaja, terutama para pelajar.
Mengapa Memilih Topik Ini?
Saya memilih topik ini untuk merubah pandangan para pelajar Indonesia kalau kebudayaan lokal sama hebatnya dengan budaya asing diluar sana.

2. ISI

Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan.
Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre “oldies” yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys pada tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, SECH, Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM, Rain, Super Junior, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger.Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut.Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock sertaYoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara.Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang.Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya.Musik balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.
Bagaimana awal dari Kpop Idol bisa masuk ke Indonesia?
Masuknya Korean Pop dari Korea ke Indonesia, terjadi sejak sekitar tahun 2002. Tepatnya, dari pengenalan drama “Winter Sonata” yang ditayangkan di stasiun tv Indonesia. Sebenarnya, tidak hanya drama Winter Sonata saja, tetapi drama lainnya seperti Full House, Jewel of the Palace, Endless Love, 18 vs 29, Hello Miss, dan lain sebagainya juga ditayangkan di stasiun tv Indonesia. Setelah itu, lebih dari 50 judul drama Korea memenuhi industri hiburan di tanah air.
Populernya drama tersebut, membuat rakyat Indonesia, terutama para remaja untuk semakin menyelami dan mengetahui bagaimana dan apa saja yang ada pada negara GIngseng tersebut. Seperti apa budaya yang ada di Korea, brand macam apa saja yang mereka gunakan disana, siapa saja artis artis lainnya yang disana, sampai musik apa saja yang berasal dari Korea pun mereka selami dengan mem-browsing di internet.
Pada awalnya, mereka menyukai aktor aktor tampan seperti Rain, No Min Woo, maupun Ji Hyun Woo. Lalu dilanjutkan dengan menelusuri nama nama aktris cantik seperti Go Ah Ra, Yoon Eun Hye, dan Eugene. Dan pencarian mereka tidak sampai situ saja.Rupanya, dengan melihat wajah tampan dari aktor Korea dan juga wajah cantik dari aktris Korea, membuat mereka semakin penasaran dan mendalami tentang Korea Selatan.
Sampai pada awal 2005, Super Junior, boyband asal Korea memulai debutnya. Dan hal itu membuat pelajar Indonesia semakin menyukai negara Gingseng itu, karena anggota dari Super Junior itu terdiri dari 13 lelaki tampan muda dan berbakat.
Pernah suatu kali saat awal tahun 2009, saya bertanya kepada teman saya yang Kpopers.Dan jawabannya cukup ringan.Dia hanya menjawab, “Mereka sangat tampan.” Tentu saja hanya itu jawabannya.Karena saat itu teman saya masih kelas 3 SD. Dan pahami hal itu.Kelas 3 SD?Dan sudah mengenal Kpop Idol?Bukankah itu luarbiasa?
Mungkin menurut sebagian orang, hal itu adalah hal biasa. Tetapi, jika kita meningat umurnya yang baru menginjak 9 tahun, kita pasti akan terkejut dan muncul berbagai pertanyaan, seperti darimana dia tahu mengenai Kpop Idol diumur sedini itu? Apakah dia sudah bisa menggunakan handphone atau gadget lainnya untuk mem-browsing mengenai Kpop Idol? Apakah dia masih bisa berkonsentrasi dalam belajar jika otaknya dipenuhi oleh wajah idolnya?Mengapa anak sekecil dia sudah bisa memiliki rasa kagum terhadap orang dewasa, yang bahkan dia sendiri belum tentu mengerti darimana mereka berasal? Dan masih banyak pertanyaan lain yang mungkin ada di kepala kita.
Yah, sebagai seorang Kpopers, saya hanya bisa tersenyum menanggapi beberapa tanggapan orang orang mengenai anak SD yang sudah mengidolakan orang Korea. Walaupun sebagian dari mereka ada yang memuji anak itu yang bisa mengoperasikan gadgetnya dengan baik untuk mencari foto ataupun berita terkini mengenai idolanya via internet, terkadang ada juga beberapa orang yang malah menatap sinis jika sudah membicarakan mengenai Kpop Idol.
Salah satu dari mereka ada yang mengatakan kalau Kpop Idol sungguh merusak dan menganggu konsentrasi belajar anak.Bahkan anak SD pun juga menjadi korbannya. Bayangkan saja jika rata rata pelajar Indonesia adalah seorang Kpopers, maka otak para pelajar akan terganggu dan otomatis, konsentrasi mereka hilang dan semangat belajar mereka menurun.
Dari permasalahan di atas, memang benar jika Kpop bisa mengganggu konsentrasi belajar anak dan menurunkan semangat belajar para pelajar.Tapi perlu diketahui, kalau hal itu adalah dampak negatifnya saja.
Kembali ke inti mengenai awal masuknya Kpop ke Indonesia.Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para pelajar yang menggilai Kpop Idol.Karena memang benar, itu tidak sepenuhnya salah mereka. Dampak dari globalisasi lah yang membuat para pelajar itu mengenal apa itu Kpop Idol. Dan sebagai salah satu rakyat dari negara berkembang, tentu saja kita bisa merasakan adanya perubahan globalisasi.
Bayangkan saja, jika negara kita tidak memiliki perubahan globalisasi, maka kita tidak akan mengenal apa itu Kpop Idol. Tapi, jika kita tidak mengalami perubahan globalisasi, maka negara kita juga tidak akan disebut sebagai negara yang berkembang.
Bagaimana cara mengantisipasi perilaku negatif pelajar Indonesia karena pengaruh Kpop Idol tersebut?
Hal hal yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya perilaku kpopers, khususnya para pelajar agar tidak berperilaku diluar batas adalah :
1. Orang tua harus membatasi keinginan anaknya yang berhubungan dengan Kpop Idol.
Para pelajar Kpopers selalu menginginkan barang yang berhubungan dengan idolanya.Tidak jarang mereka meminta uang kepada orangtua mereka untuk membeli barang barang itu.
2. Hiatus sejenak saat akan mendekati hari ujian akhir.
Hiatus. Itu berarti tidak akan update di akun media sosial manapun. Ingatlah, hari ujian akhir adalah hari dimana kalian akan ditentukan lulus tidaknya dari sekolah kalian. Jika kalian update terus tanpa hiatus, maka nilai kalian akan mengalami penurunan dan kemungkinan besar kalian tidak akan lulus.

3. KESIMPULAN

Dari rumusan masalah yang sudah saya bahas satu persatu, kita bisa menarik beberapa kesimpulan.Pertama, sebagai seorang pelajar, kita hendaknya lebih mementingkan sekolah dan jangan sampai lupa beribadah.Kedua, kita boleh saja mengidolakan Kpop Idol, tapi jangan terlalu fanatik.Karena tahu sendiri akibatnya bukan?Karena rasa cinta yang berlebihan, bisa saja kita nekat melakukan hal diluar batas saat mendengar idola kita berpacaran, seperti kasus yang terjadi pada Tesa. Ketiga, tentu kita tahu, Kpop Idol tidak selamanya memiliki sisi negatif seperti apa yang orang pikirkan dengan memandangnya sebelah mata. Kpop Idol juga memiliki sisi positif yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Contohnya, mereka akan selalu berusaha keras tanpa menyerah terlebih dahulu dan juga Kpop Idol yang semasa sekolah dulu memiliki nilai rata rata 90. Tentu kita akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Jadi mari kita ambil hal positif nya saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar